Cerita Dewasaku

Info Menarik | Cerita Dewasa | Unik

Cerita Seks ML dengan Saudari Sepupu

Cerita Seks ML dengan Saudari Sepupu - Aku baru selesai mandi sore dan mulai membuka buku untuk dibaca. Tetapi kulihat seseorang memasuki halaman dan aku segera menguakkan korden agar lebih jelas siapa yang memasuki halaman itu. Aku kaget dan gembira, ternyata yang datang adalah Eva, saudara sepupuku yang kuliah di Surabaya, semester pertama, usianya sekitar 19 tahun.



"Hai, kamu sukanya bikin kejutan. Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau datang?" kataku basa-basi. "Kalau bilang dulu mau nyediain apa.." Setelah basa-basi kutawarkan mandi dulu agar hilang capeknya. Selesai mandi, ia membereskan kembali tasnya. Sepintas ia melihat dinding di sekeliling kamarku, yang penuh dengan gambar telanjang. Dia tersenyum dan berkomentar.
"Bagaimana kalau ada anak-anak yang masuk ke kamar ini", aku jawab bahwa kamar ini khusus untuk orang yang sudah dewasa.
"Kalau begitu ada gambar yang lebih porno lagi dong.."
"Ada, mau lihat?"
Sebelum menjawab, kuambilkan beberapa foto porno kegemaranku yang kusimpan di dalam lemari pakaianku.
"Mau lihat, nggak apa-apa kok untuk pelajaran aja."


Cerita Seks ML Dengan Saudari Sepupu



Cerita Seks ML Dengan Saudari Sepupu


Dengan ragu-ragu ia terima juga foto-foto kategori XX, dan dilihatnya dengan cermat, entah apa yang berkecamuk di dalam hatinya aku tidak tahu, tapi terlihat ekspresinya begitu tenang sekali. Entah karena sudah terbiasa, atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya.


"Gimana, komentar dong."
"Ada filmnya nggak?"
"Nggak ada, tapi kalau yang asli justru ada", kataku sambil bergurau.
"Yang asli mana, coba" aku terkejut mendengar pernyataannya, sampai-sampai aku hampir tidak bisa menjawabnya.
"Eh, ada tapi itu anu.." aku jadi gugup, sambil kuarahkan jariku ke arah kemaluanku.
"Tapi apa Mas.."
"Tapi harus ada gantinya, barter gitulah."
"Tapi kalau yang ini aku nggak punya", sambil ujung jarinya menunjukkan kemaluan pada gambar yang ia pegang.
"Yang semacam juga nggak pa-pa"
"Yang bener nih", sambil tangannya bersiap-siap mau memegang daerah terlarangku yang masih terbungkus celana.
"He-eh bener", kujawab saja sekenanya, aku kira hanya gertakan saja dia mau memegang kemaluanku. Betapa kagetku ternyata tangannya benar-benar memegang kemaluanku dari luar celana.




Aku tidak bisa bilang apa-apa, selain menikmatinya dengan perasaan senang. Secara refleks kuraih kepalanya dan kudekap sambil dalam hati berkecamuk memikirkan peristiwa ini. Kalau pacar atau orang lain aku tidak bingung, tetapi ini adalah saudara sepupuku yang sewaktu kecil sering bermain bersama. Tetapi karena ia terus mengusap kemaluanku dari luar celana, aku buang pikiran itu jauh-jauh keraguanku. Keputusanku adalah menikmati saja peristiwa ini.


Kucium keningnya, pipinya dan bibirnya. Sambil kugerayangi punggungnya, lehernya, pinggangnya, pantatnya dan terakhir buah dadanya. Sebagai penjajakan saja apa reaksinya. Ternyata ia diam saja, bahkan semakin keras memegang selangkanganku. Terus kuciumi bibirnya sampai nafasnya memburu. Kubuka kausnya, dan aku melihat kulit tubuh yang tidak pernah terkena matahari itu demikian menimbulkan birahiku. Kubuka BH-nya dan tambah kagum aku atas keindahannya. Kuelus buah dadanya yang kenyal dan sekali-kali kupencet putingnya yang membuat nafasnya makin memburu. Begitu aku berusaha mencium buah dadanya, ia mundur sambil menarik tanganku ke arah tempat tidur.


Dalam keadaan telentang tampaknya ia sudah siap menerima tindakanku berikutnya, buah dadanya yang menantang bergelantungan. Sebelum aku mendekatkan diri, aku melepaskan pakaianku hingga tuntas, sehingga batang kejantananku yang sudah membesar tergantung-gantung mengikuti gerak dan langkahku. Bersamaan dengan itu ia melepaskan juga pembungkus tubuhnya yang masih tersisa, sehingga kami benar-benar sudah telanjang bulat. Tubuhnya benar-benar mulus, tidak ada cacat, payudaranya sedang, masih kencang, puting susunya coklat tua, mendekati hitam, perutnya ramping, lipatan kecil di perutnya menunjukkan belum begitu banyak lemak di situ, pinggulnya sedang, bulu kemaluannya tipis, sehingga bibir kemaluannya yang mengatup dengan rapi terlihat begitu indahnya.


Ia raih batang kemaluanku, dan aku mendekatkan diri sehingga mudah baginya untuk mengulum dan menjilati batang kejantananku. Sementara tanganku tanpa kusadari sudah meraih bibir kemaluannya yang sudah basah. Kuelus-elus bibir kemaluannya sambil kucari dan sesekali kusentuh klitorisnya. Dan kumasukkan jari tengahnya menggapai dasar kemaluannya. "Jilat kepalanya", aku berbisik kepadanya. Dengan sigapnya ia segera tahu maksudku. Ia segera mulai menjilati kepala kemaluanku yang semakin membesar saja dan mengkilap oleh jilatan. Rasa geli dan nikmat bercampur jadi satu. Birahiku benar-benar sudah sampai di ujung, ingin segera mengikuti naluriku untuk segera memasukkan ke dalam liang senggamanya. Tetapi nanti dulu, kuciumi dulu tubuh Eva, dari mulai bibir, telinga, leher, buah dada, perut dan liang kewanitaannya. Kujilat-jilat klitorisnya yang membuat dia menggelinjang ke kanan kiri tidak karuan, pantatnya dia angkat tinggi-tinggi sehingga aku mempunyai ruang yang baik untuk melakukan kegiatanku menjilati klitorisnya yang sekilas kulihat semakin bengkak dan merah.


Sampai suatu saat tubuhnya makin menegang sambil berteriak menyebutkan sesuatu yang tidak jelas, bersamaan dengan itu membanjirlah cairan bening dari liang kewanitaannya. "Aku sampai Mas, aku sampai Mas.." begitulah ucapan yang kutangkap dengan nafas terengah-engah.


Kemudian kuambil posisi untuk menyetubuhinya, kemaluanku yang sudah tegang dan membesar di ujungnya kusiapkan di depan pintu gerbang kewanitaannya. Dengan bimbingan tangannya, kumasukkan kemaluanku sampai habis tertelan oleh liang kenikmatannya. Kembali ia mengerang, sambil memelukku dengan keras. Sejenak kudiamkan saja batang kejantananku di dalam. Kurasakan pijitan liang kewanitaannya sangat membuatku semakin nikmat. Batang kejantananku masih kudiamkan terendam di situ.


Eva mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, sampai kusentuh dasar kemaluannya yang terasa seperti benjolan yang semakin keras menyentuh-nyentuh kepala kemaluanku. Semakin nikmat rasanya, sehingga aku sendiri tidak tahan lagi dengan gesekan dan pijitan dari liang senggamanya sehingga otot-otot pada tubuhku menegang dan bersamaan dengan itu, tanpa kusadari keluar maniku membasahi dan menghangatkan dasar kemaluannya. Kurasakan Eva lagi-lagi mencapai orgasme. Kali ini lebih panjang erangannya, semakin kuat ia memelukku dan gerakan tubuhnya semakin tidak teratur. Kutancapkan dalam-dalam kemaluanku, hingga kami saling berpelukan. Beberapa detik kemudian kami terkulai. Aku masih belum ingin mencabut kemaluanku yang bersarang dengan damai di liang sorganya. Kubalik tubuhku sehingga ia menjadi menindihku. Eva benar-benar puas dan sangat-sangat kelelahan. Beberapa menit kemudian ia sudah tertidur dengan pulas. Kemaluanku yang sudah melemah masih berada di dalam liang kewanitaannya.


Aku pun tertidur, dengan perasaan lega. Tengah malam kami bangun dan bermain lagi sampai puas. Tiap bangun bermain lagi. Sampai akhirnya kami benar-benar tertidur hingga jam 10 pagi. Karena di rumah tempat kost-ku cukup tesedia makanan instan. Sehingga hari itu kami bisa melakukan dengan sepuas-puasnya, dan kami merasa tidak perlu lagi memakai baju di dalam rumah. Memasak air, menyapu mencuci piring selalu diselingi dengan adegan percintaan. Sampai sore hari ia berpamitan kembali ke Surabaya melanjutkan kuliahnya. Sejak saat itu ia sering ke kotaku. Sampai ia mempunyai pacar dan menikah.

Cerita Dewasa Pembantu dan Anak Majika

Cerita Seks Dewasa News  ini akan mengisahkan cerita sex seruku menggarap cewek abg dan juga seorang pembantu temanku yang binal dan hipersex. Gimana sih cerita dewasa sekaligus cerita sex yang akan aku ceritakan kali ini ? yuk disimak aja cerita dewasa seru dan cerita dewasa sex berikut ini.

Aku terbangun karena hp ku berdering. Kulihat Dina, abg yang kugarap tadi malam, masih terlelap. Toketnya yang montok bergerak seiring dengan tarikan napasnya. Pengen aku menggelutinya lagi, tetapi temanku Ardi sedang menunggu diujung hp. Aku keluar kamar supaya Dina gak terganggu dengan pembicaraanku. “Baru bangun ya”, terdengar suara Ardi diujung sana. “Iya, mau ngapain pagi gini dah nelpon, masih ngantuk”, jawabku. “Gini ari baru bangun, udah jam 10 nih. Pasti ngegarap abg ya”. “La iya lah”, jawabku. “Ada apa”. “Tukeran abg yuk, aku semalam main ama pembantu sebelah”. “Pembantu? emangnya gak ada cewek yang lain”, kataku, rada kesel. Masak Dina mau dituker ama pembantu. “Tunggu dulu, biar pembantu Ana cantik kaya anak gedongan. Bodinya montok banget dan napsunya gede banget, maunya terus2an main. Kamu pasti puas lah main ama dia”. “Masak sih, kalo cewekku Dina, anak skolahan, montok dan binal kalo di ranjang”, jawabku lagi. “Ya udah, kita tukeran aja, mau enggak. Kalo mau aku ama Ana cabut kerumahmu sekarang”. Aku tertarik juga dengan tawaran, pengen juga aku ngeliat kaya apa sih pembantu yang katanya kaya anak gedongan, “Ok, dateng aja”. Pembicaraan terhenti. Aku kembali ke kekamar.

Dina udah bangun. “Ada apa om, mau maen lagi gak”, katanya sambil tersenyum. “Belum puas semalem ya Din. Temen om tadi nelpon ngajakin om tuker pasangan. Dina mau gak maen ama temennya om. Dia juga ahli kok nggarap cewek abg kaya Dina”, jawabku. “Kalo nikmat ya Dina sih mau aja”, Dina bangun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi. Aku menyusulnya. Sebenarnya aku napsu lagi ngeliat Dina yang masih telanjang bulat, tetapi karena Ana mau dateng ya aku tahan aja napsuku. Kita mandi sama sambil saling menyabuni sehingga kon tolku ngaceng lagi. “Om, kon tolnya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Dina sambil ngocok kon tolku. “Kan Dina mau maen ama temennya om, nanti aja maennya. Temen om ama ceweknya lagi menuju kemari”, jawabku. Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Dina tetep aja bertelanjang bulat sementara aku cuma pake celana pendek saja. Selesai makan aku menarik Dina saung dipinggir kolam renang yang ada dibelakang rumahku. Dina kupeluk dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 toket montoknya. Dinapun gak mau kalah, kon tolku digosok2nya dari luar celana ku.

Sedang asik, Ardi dan Ana datang. Ardi sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong aja kedalem, karena kami punya kunci rumah masing2. Ana ternyata cantik juga, seperti bintang sinetron berdarah arab yang aku lupa namanya. Ana make pakean ketat, sehingga toketnya yang besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yang besar juga tampak sangat menggairahkan. Ana terkejut melihat Dina yang bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Dina pada Ardi, Ardi langsung menggandeng Dina masuk ke rumah.

“An, Ardi bilang dia nikmat banget ngen tot sama kamu, no nok kamu bisa ngempot ya, aku jadi kepingin ngerasain diempot juga”, kataku sambil mencium pipinya. “An, kamu napsuin banget, tetek besar dan pantat juga besar”. “Dina kan juga napsuin pak”, jawabnya sambil duduk disebelahku di dipan. “Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan saya belum tua”, kataku sambil memeluknya. Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang telinganya. Matanya terpejam seolah menikmati usapan tanganku. Kupandangi wajahnya yang manis, hidungnya yang mancung lalu bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu akhirnya aku mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima lidahku. Lama aku mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan lidahku, sampai-sampai nafas kami berdua menjadi tidak beraturan. Sesaat ciuman kami terhenti untuk menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi. Kubelai pangkal lengannya yang terbuka. Kubuka telapak tanganku sehingga jempolku bisa menggapai permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu lehernya seiring telapak tanganku meraup toketnya. Ana menggeliat bagai cacing kepanasan terkena terik mentari. Suara rintihan berulang kali keluar dari mulutnya di saat lidahku menjulur menikmati lehernya yang jenjang. “Om….” Ana memegang tanganku yang sedang meremas toketnya dengan penuh napsu. Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas toketnya yang montok.”An, aku ingin melihat toketmu”, ujarku sambil mengusap bagian puncak toketnya yang menonjol. Dia menatapku. Ana akhirnya membuka tank top ketatnya di depanku. Aku terkagum-kagum menatap toketnya yang tertutup oleh BH berwarna hitam. Toketnya begitu membusung, menantang, dan naik turun seiring dengan desah nafasnya yang memburu. Sambil berbaring Ana membuka pengait BH-nya di punggungnya. Punggungnya melengkung indah. Aku menahan tangan Ana ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya. Justru dengan keadaan BH-nya yang longgar karena tanpa pengait seperti itu membuat toketnya semakin menantang. “toketmu bagus, An”, aku mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya. Perlahan aku menarik turun cup BH-nya. Mata Ana terpejam. Perhatianku terfokus ke pentilnya yang berwarna kecoklatan. Lingkarannya tidak begitu besar sedang ujungnya begitu runcing dan kaku. Kuusap pentilnya lalu kupilin dengan jemariku. Ana mendesah. Mulutku turun ingin mencicipi toketnya. “Egkhh..” rintih Ana ketika mulutku melumat pentilnya.

Kupermainkan dengan lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit pentilnya lalu kuisap kuat-kuat sehingga membuat Ana menarik rambutku. Puas menikmati toket yang sebelah kiri, aku mencium toket Ana yang satunya yang belum sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan desahan kenikmatan keluar dari mulut Ana. Sambil menciumi toket Ana, tanganku turun membelai perutnya yang datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari lembah di bawah perut Ana. Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aku memutuskan untuk meraba no noknya yang masih tertutup oleh celana jeans ketat yang dikenakan Ana. Aku secara tiba-tiba menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Ana tertegun sejenak memandangku, lalu matanya terpejam kembali ketika aku membuka jeans warna hitamnya. Aku masih berdiri sambil memandang tubuh Ana yang tergolek di dipan, menantang. Kulitnya yang tidak terlalu putih membuat mataku tak jemu memandang. Perutnya begitu datar. Celana jeans ketat yang dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya namun pada bagian pinggulnya begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yang sempurna. Puas memandang tubuh Ana, aku lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian rambut yang menutupi beberapa bagian pada permukaan wajah dan leher Ana. Kubelai lagi toketnya. Kucium bibirnya sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya. Ana menelannya. Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang celana jeans Ana yang memang agak longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan Ana yang masih tertutup CDnya. jari tengah tanganku membelai permukaan CDnya tepat diatas no noknya, basah. Aku terus mempermainkan jari tengahku untuk menggelitik bagian yang paling pribadi tubuh Ana. Pinggul Ana perlahan bergerak ke kiri, ke kanan dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.


aku menyuruh Ana untuk membuka celana jeans yang dipakainya. Tangan kanan Ana berhenti pada permukaan kancing celananya. Ana lalu membuka kancing dan menurunkan reitsliting celana jeansnya. CD hitam yang dikenakannya begitu mini sehingga jembut keriting yang tumbuh di sekitar no noknya hampir sebagian keluar dari pinggir CDnya. Aku membantu menarik turun celana jeans Ana. Pinggulnya agak dinaikkan ketika aku agak kesusahan menarik celana jeans Ana. Akupun melepas celana pendekku. Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan CD. Tubuhnya semakin seksi saja. Pahanya begitu mulus. Memang harus kuakui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh dengan sex appeal. Kami berpelukan. Kutarik tangan kirinya untuk menyentuh kon tolku dari luar CD ku. “Oh..” Ana menyentuh kon tolku yang tegang. “Kenapa, An?” tanyaku. Ana tidak menjawab, malah melorotkan CD ku. Langsung kon tolku yang panjangnya kira-kira 18 cm serta agak gemuk dibelai dan digenggamnya. Belaiannya begitu mantap menandakan Ana juga begitu piawai dalam urusan yang satu ini. “Tangan kamu pintar juga ya, An,”´ ujarku sambil memandang tangannya yang mengocok kon tolku. “Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan. “Om sama Dina semalem maen berapa kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut kon tolku. “Kamu sendiri semalem maen berapa kali sama Ardi?” aku malah balik berrtanya. Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa nafsuku tiba-tiba semakin liar. Ana akhirnya bercerita kalau Ardi napsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa kali Arif meminta, Ana pasti melayaninya. Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk dari samping CD langsung menyentuh bukit no nok Ana yang sudah basah. Telunjukku membelai-belai i tilnya sehingga Ana keenakan. “Kamu biasa ngisep kan, An?” tanyaku. Ana tertawa sambil mencubit kon tolku. Aku meringis. “Kalo punya om mana bisa?” ujarnya. “Kenapa memangnya?” tanyaku penasaran. “Nggak muat di mulutku,” selesai berkata demikian Ana langsung tertawa kecil. “Kalau yang dibawah, gimana?” tanyaku lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam no noknya. Ana merintih sambil memegang tanganku. Jariku sudah tenggelam ke dalam liang no noknya. Aku merasakan no noknya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kon tolku yang diurut, pikirku. Segera CD nya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap toketnya dan meremasnya kuat. Ana meringis. Diusapnya lembut kon tolku keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok kon tolku sehingga aku merasa keenakan. Aku tidak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai toketnya yang montok. Kupermainkan pentilnya dengan jemariku, sementara tanganku yang satunya mulai meraba jembut lebat di sekitar no nok Ana. kuraba permukaan no nok Ana. Jari tengahku mempermainkan i tilnya yang sudah mengeras. kon tolku kini sudah siap tempur dalam genggaman tangan Ana, sementara no nok Ana juga sudah mulai mengeluarkan cairan kental yang kurasakan dari jemari tanganku yang mengobok-obok no noknya. Kupeluk tubuh Ana sehingga kon tolku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun meraba pantatnya yang montok. Ana membalas pelukanku dengan melingkarkan tangannya di pundakku. Kedua telapak tanganku meraih pantat Ana, kuremas dengan sedikit agak kasar lalu aku menaiki tubuhnya. Kaki Ana dengan sendirinya mengangkang. Kuciumi lagi lehernya yang jenjang lalu turun melumat toketnya. Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap lekuk dan tonjolan pada tubuh Ana. Aku melebarkan kedua pahanya sambil mengarahkan kon tolku ke bibir no noknya. Ana mengerang lirih. Matanya perlahan terpejam. Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. Ana menatap aku, matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaku untuk memasuki no noknya.”Aku ingin mengen totmu, An” bisikku pelan, sementara kepala kon tolku masih menempel di belahan no nok Ana. Kata ini ternyata membuat wajah Ana memerah. Ana menatapku sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aku berkonsentrasi penuh dengan menuntun kon tolku yang perlahan menyusup ke dalam no nok Ana.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan namun pasti kon tolku membelah no noknya yang ternyata begitu kencang menjepit kon tolku. no noknya begitu licin hingga agak memudahkan kon tolku untuk menyusup lebih ke dalam. Ana memeluk erat tubuhku sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku hingga aku agak kesakitan. Namun aku tak peduli. “Om, gede banget, ohh..” Ana menjerit lirih. Tangannya turun menangkap kon tolku. “Pelan om”. Soalnya aku tahu pasti ukuran kon tol Ardi tidaklah sebesar yang kumiliki. Akhirnya kon tolku terbenam juga di dalam no nok Ana. Aku berhenti sejenak untuk menikmati denyutan-denyutan yang timbul akibat kontraksi otot-otot dinding no nok Ana. Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aku memejamkan mata untuk merasakan kenikmatan yang begitu sempurna. Kulumat bibir Ana sambil perlahan-lahan menarik kon tolku untuk selanjutnya kubenamkan lagi. Aku menyuruh Ana membuka kelopak matanya. Ana menurut. Aku sangat senang melihat matanya yang semakin sayu menikmati kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya. “Aku suka no nokmu, An.. no nokmu masih rapet” ujarku sambil merintih keenakan. Sungguh, no nok Ana enak sekali. “Kamu enak kan, An?” tanyaku lalu dijawab Ana dengan anggukan kecil. Aku menyuruh Ana untuk menggoyangkan pinggulnya. Ana langsung mengimbangi gerakanku yang naik turun dengan goyangan memutar pada pinggangnya. “Suka kon tolku, An?” tanyaku lagi. Ana hanya tersenyum. kon tolku seperti diremas-remas ditambah jepitan no noknya. “Ohh.. hh..” aku menjerit panjang. Rasanya begitu nikmat. Aku mencoba mengangkat dadaku, membuat jarak dengan dadanya dengan bertumpu pada kedua tanganku. Dengan demikian aku semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-masukkan kon tolku ke dalam no nok Ana.

Kuperhatikan kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya. Dengan posisi seperti ini aku merasa begitu jantan. Ana semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya melingkar erat di pinggangku. Gerakan naik turunku semakin cepat mengimbangi goyangan pinggul Ana yang semakin tidak terkendali. “An.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan. “Ana juga, om”, jawabnya. Ana merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan. Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata, “aduh” yang diucapkan terputus-putus. Aku merasakan no nok Ana semakin berdenyut sebagai pertanda Ana akan mencapai puncak pendakiannya. Aku juga merasakan hal yang sama dengannya, namun aku mencoba bertahan dengan menarik nafas dalam-dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya rangsangan yang kualami. Aku tidak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dengan satu posisi saja. Aku mempercepat goyanganku ketika kusadari Ana hampir nyampe. Kuremas toketnya kuat seraya mulutku menghisap dan menggigit pentilnya. Kuhisap dalam-dalam. “Ohh.. hh.. om..” jerit Ana panjang. Aku membenamkan kon tolku kuat-kuat ke no noknya sampai mentok agar Ana mendapatkan kenikmatan yang sempurna. Tubuhnya melengkung indah dan untuk beberapa saat lamanya tubuhnya kejang. Kepalaku ditarik kuat terbenam diantara toketnya. Pada saat tubuhnya menyentak-nyentak aku tak sanggup untuk bertahan lebih lama lagi. “An, aakuu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku. Ana yang masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dengan kakinya yang melingkar di pinggangku. Saat itu juga aku memuntahkan peju hangat dari kon tolku. Kurasakan tubuhku bagai melayang. secara spontan Ana juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya. Mulutku yang berada di belahan dada Ana kuhisap kuat hingga meninggalkan bekas merah pada kulitnya. Telapak tanganku mencengkram toket Ana. Kuraup semuanya sampai-sampai Ana kesakitan. Aku tak peduli lagi. Pejuku akhirnya muncrat membasahi no noknya. Aku merasakan nikmat yang tiada duanya ditambah dengan goyangan pinggul Ana pada saat aku mengalami orgasme. Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas tubuh Ana. kon tolku masih berada di dalam no nok Ana. Ana mengusap-usap permukaan punggungku. “Ana puas sekali dien tot om,” katanya. Aku kemudian mencabut kon tolku dari no noknya. Dari dalam Ardi keluar sudah berpakaian lengkap. “Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aku masuk kembali ke kamar. Dina ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aku bisa mendengarnya karena pintu kamar mandi tidak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar berhenti dan Dina keluar hanya bercelana pendek. Ganti aku yg masuk ke kamar mandi, aku hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Dina berbaring diranjang telanjang bulat. “Kenapa Din, lemes ya dien tot Ardi”, kataku. “Lebih enak ngen tot sama om, kon tol om lebih besar soalnya”, jawab Dina tersenyum. “Malem ini kita men lagi ya om”. Hebat banget Dina, gak ada matinya. Pengennya dien tot terus. “Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataku sambil berpakaian. Dina pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah sudah hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu.

Di kamar kita langsung melepas pakaian masing2 dan bergumul diranjang. Tangan Dina bergerak menggenggam kon tolku. Aku melenguh seraya menyebut namanya. Aku meringis menahan remasan lembut tangannya pada kon tolku. Dina mulai bergerak turun naik menyusuri kon tolku yang sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung telunjuknya mengusap kepala kon tolku yang sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya. Kembali aku melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat. Dengan lembut aku mulai meremas-remas toketnya. Tangan Dina menggenggam kon tolku dengan erat. Pentilnya kupilin2. Dina masukan kon tolku kedalam mulutnya dan mengulumnya. Aku terus menggerayang toketnya, dan mulai menciumi toketnya. Napsuku semakin berkobar. Jilatan dan kuluman Dina pada kon tolku semakin mengganas sampai-sampai aku terengah-engah merasakan kelihaian permainan mulutnya. Aku membalikkan tubuhnya hingga berlawanan dengan posisi tubuhku. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam sembilan! Lidahku menyentuh no noknya dengan lembut. Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa sadar Dina menjerit lirih. Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidahku di no noknya. Kedua pahanya mengempit kepalaku seolah ingin membenamkan wajahku ke dalam no noknya. kon tolku kemudian dikempit dengan toketnya dan digerakkan maju mundur, sebentar. Aku menciumi bibir no noknya, mencoba membukanya dengan lidahku. Tanganku mengelus paha bagian dalam. Dina mendesis dan tanpa sadar membuka kedua kakinya yang tadinya merapat. Aku menempatkan diri di antara kedua kakinya yang terbuka lebar. kon tol kutempelkan pada bibir no noknya. Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun. Dina merasa ngilu bercampur geli dan nikmat. no noknya yang sudah banjir membuat gesekanku semakin lancar karena licin. Dina terengah-engah merasakannya. Aku sengaja melakukan itu. Apalagi saat kepala kon tolku menggesek-gesek i tilnya yang juga sudah menegang. “Om.?” panggilnya menghiba. “Apa Din”, jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa. “Cepetan..” jawabnya. Aku sengaja mengulur-ulur dengan hanya menggesek-gesekan kon tol. Sementara Dina benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahinya. “Dina sudah pengen dien tot om”, katanya.

Dina melenguh merasakan desakan kon tolku yang besar itu. Dina menunggu cukup lama gerakan kon tolku memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar, kon tolku juga panjang. Dina sampai menahan nafas saat kon tolku terasa mentok di dalam, seluruh kon tolku amblas di dalam. Aku mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan tiga enjotan mulai berjalan lancar. Semakin membanjirnya cairan dalam no noknya membuat kon tolku keluar masuk dengan lancarnya. Dina mengimbangi dengan gerakan pinggulnya. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama enjotanku. Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar. Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting enjotanku mencapai bagian-bagian peka di no noknya. Dina bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. kon tolku menjejali penuh seluruh no noknya, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan kon tolku sangat terasa di seluruh dinding no noknya. Dina merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Dina mengakui keperkasaan dan kelihaianku di atas ranjang. Yang pasti Dina merasakan kepuasan tak terhingga ngen tot denganku. Aku bergerak semakin cepat. kon tolku bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitivenya. Dina meregang tak kuasa menahan napsuku, sementara aku dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulku naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya semakin keras. Melihat reaksinya, aku mempercepat gerakanku. kon tolku yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya. Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat. Aku pun demikian. Dina meraih tubuhku untuk didekap. Direngkuhnya seluruh tubuhku sehingga aku menindih tubuhnya dengan erat. Dina membenamkan wajahnya di samping bahuku. Pinggul nya diangkat tinggi-tinggi sementara kedua tangannya menggapai pantatku dan menekannya kuat-kuat. Dina meregang. Tubuhnya mengejang-ngejang. “om..”, hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya nersamaku. Aku menciumi wajah dan bibirnya. Dina mendorong tubuhku hingga terlentang. Dia langsung menindihku dan menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku. Kembali diemutnya kon tolku yang masih tegak itu. Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya mengocok-ngocok kon tolku. Belum sempat aku mengucapkan sesuatu, Dina langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku. no noknya berada persis di atas kon tolku. “Akh!” pekiknya tertahan ketika kon tolku dibimbingnya memasuki no noknya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh kon tolku. Selanjutnya Dina bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik. “Ouugghh.. Din.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya. Pinggulnya mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua toketnya, kuremas dan dipilin-pilin. Aku lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke dadanya. Menciumi pentilnya. Kuhisap kuat-kuat sambil kuremas-remas. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamar menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Dina berkutat mengaduk-aduk pinggulnya. Aku menggoyangkan pantatku. Tusukan kon tolku semakin cepat seiring dengan liukan pinggulnya yang tak kalah cepatnya. Permainan kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. AKu merasa pejuku udah mau nyembur. Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Tak selang beberapa detik kemudian, Dina pun merasakan desakan yang sama. Dina terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku mulai mengejang, mengerang panjang. Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, pejuku nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri no noknya. Dina pun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam dirinya. Sambil mendesakan pinggulnya kuat-kuat, Dina berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan denganku. Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. “om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Dina lemes, demikian pula aku. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! akhirnya kami tertidur kelelahan

Cerita Dewasa Abg Desa

Cerita sex abg ini berawal dari liburanku ke rumah kakek di kampung wilayah tayu. Kakek tinggal bertiga dengan 2 sepupuku. Ternyata mereka sudah besar, yang kecil kelas 2 smu dan kakaknya sudah kuliah semester 2. Karena kamarnya aku pakai, aldi aku suruh sekamar dengan kakaknya. 


Cerita Sex ABG Desa


Akupun membereskan kamar karena nanti sore aku pengen lihat kebun mangga dan rambutan punya kakek. Waaauuw... Waktu kubuka laci almari aku melihat hp aldi yang tertinggal dan beberapa buku dengan judul cerita sex abg terbaru. Dan ketika aku buka hpnya aku lihat foto2 artis hot indonesia telanjang, foto artis korea telanjang, artis jepang telanjang, foto artis dalam pose memamerkan kemajuanya dan artis sensual yang memakai micro bikini. Dan ketika aku buka buku cerita sex abg itu akupun terkejut. Ternyata isinya membahas cerita sex abg dengan panduan ilustrasi gambar adegan intim oleh artis hot indonesia. Ketika membaca cerita sex abg itupun aku terhanyut dan sedikit horny. Pintar juga pengarang buku cerita sex itu mengolah kalimat. 

Sore itupun aku jadi ke kebun kakek, dan segera menuju gubuk favoritku waktu kecil. Terdengar suara2 aneh dari dalam gubuk. Waktu aku intip ternyata aldi dan pacarnya yang mirip dengan miyabi ozawa sang bintang film porno dari jepang itu sedang bergumul dan saling tindih. Ternyata foto artis hot indonesia, foto artis korea telanjang dan buku cerita sex abg itu telah meracuni moral aldi. Ketika aldi sedang beraksi membuka penutup kemaluan pacarnya, akupun bernyanyi dengan suara agak keras sambil menjauh dari gubuk. Tidak beberapa lama aldi dan pacarnya keluar dari gubuk dengan pakaian dan rambut acak acakan dan langsung pergi. Ternyata gubuk favoritku telah menyimpan cerita sex abg yang dilakukan sepupuku sendiri. Sepulang dari kebun aku segera menyimpan buku2 stensilan cerita sex abg punya aldi. Tidak lupa foto hot artis indonesia dan foto artis korea telanjang juga aku hapus dari hpnya. Memang sich, aku punya banyak sekali album artis hot indonesia dan artis korea telanjang, tapi kan gak buat praktek gituan.

Sepulang dari rumah kakek akupun menyimpan cerita yang dilakukan aldi rapat2. Aku gak mau cerita sex itu membuatnya malu dan jadi minder. Kalaupun dia mengulang cerita sex abg dengan pacarnya digubuk itu lagi, itu kan bukan urusanku.

Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio J

Add Image Yamaha Writing Competition


Yamaha Mio-J YMJET FI adalah inovasi Terbaru yang di milik Yamaha dalam persaiangan Dunia Teknologi, Yamaha Mengedepankan Kenyamanan dalam Berkendara, Keiritan dalam Bahan Bakar, Kecepatan dalam Mengejar Waktu, Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio J



Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio JPengertian Dari YMJET FI Sendiri Adalah Yamaha Mixture JET-Fuel Injection Teknologi Fuel Injection ala Yamaha dalam Persaingan Motor Injeksi Sudah Ramai di Dunia Pasar Kendaran Bermotor, dan Juga tidak lupa yamaha untuk meningkatkan akselerasi dan Irit Bahan Bakar dan yang pastinya Ramah Lingkungan.






Berikut ini adalah beberapa kenggulan Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio J desain Terbaru Yamaha Mio J tampil Lebih Menawan dan Elegan dengan Tekhnologi Terbaru YMJET.FI Mio J Semakin diminati Oleh Para Pengguna Motor di Indonesia,


Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah
Desain Lampu Belakang Yang Menarik dan Tidak Terlalu Berlebihan (Lebay) :D Sehingga Membuat Desain Mio J Tampil Beda Ketika Terlihat dari Belakang, Desain Lampu Balakang MIO J Di Desain Bening agar Tidak Menyilaukan,










Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio J
Desain Body Jok Mio J Sangat Cocok Untuk Berkendara Bersama Keluarga Karena Body Jok MIO J sendiri di desain cukup Panjang dan Nyaman Tentunya, agar Pengguna Bisa Lebih Menikmati Berkendara Jarak Jauh, Karna Jok Body yamaha Mio J sendiri Di Buat sangat EMPUK (bahasa Planet) :D






Desain Body Depan Yamaha MIO J - Motor Matic Murah ini di desain Oval dengan Menyempit ke Tajam Seperti Pandangan Mata, Lampu Sein yamah mio ini Berkesan sangat Simple Tapi Berbobot.










Untuk Lampu Mio J Sendiri Menggunakan DRL sistem, DRL sistem ini "Higt Light On" Untuk Memperkecil Resiko Kecelakaan karena Lampu Depan Mio J YMJET FI ini Menggunakan desain khusus karna Lebih Terang dan nyalapun Bening  bagaikan Lampu Rumah :D








Yang Lebih Bikin Tertarik Lagi Adalah Bagasi Motornya Yang Lumayan Lebar karna di desain dengan ukuran (8.1 I) Sehingga dengan Bagasi yang Luas Kita tidak terlalu di repotkan ketika membawa barang-barang.









Yamaha Mio J - Motor Matic Harga Murah Ini Mempunyai Spesifikasi Yang Lumayan Berbobot.

SPESIFIKASI MIO J 

P x L x T  : 1.850 mm x 700 mm x 1.050 mm
Jarak sumbu roda  : 1.260 mm
Jarak terendah ke tanah  : 130 mm
Tinggi tempat duduk  : 745 mm
Berat isi  : Mio J Cast Wheel 92 kg, Spoke 93kg 
Mesin Tipe mesin  : 4 Langkah, 2 Valve SOHC, Kipas
Jumlah / posisi silinder  : Cylinder tunggal / mendatar
Voulume silinder  : 113,7 cc
Diameter x Langkah  : 50,0 x 57,9 mm
Perbandingan kompresi  : 9,3 : 1
Daya maksimum  : 7,75 PS (5,7 kW) / 5,000 rpm
Torsi maksimum   : 8,5 N.m (0.80 kgf-m) / 5000 rpm
Sistem starter  : Electric starter dan kick starter
Sistem pelumasan  : Basah
Kapasitas oli mesin  : Total : 0,85 Liter
Sistem bahan bakar  : Fuel injection (FI M-Jet) System
Tipe kopling  : Kering, Kopling sentrifugal automatic type
Tipe transmisi  : V-belt Otomatis
Pola pengoperasian transmisi  : CVT Otomatis 

Rangka Tipe rangka  : Pipa baja tulang bawah / steel underbone
Suspensi depan  : Teleskopik
Suspensi belakang  : Unit swing, suspensi tunggal
Ban depan : 70/90 – 14M/C 34P
Ban belakang  : 80/90 – 14M/C 40P
Rem depan  : Cakram
Rem belakang  : Tromol 

Kelistrikan Sistem pengapian  : TCI (Transistor control ignition )
Battery  : YTZ4V / GTZ4V (MF Battery)
Tipe busi  : CR6HSA (NGK) 
Sekian Dulu dari Saya Rincian Mengenai Motor Matic Injeksi Irit Harga Murah - Yamaha Mio J Semoga dapat Ber Manfaat dan berguna dan Semooooggaaa Dapetttt... AMiiinnn 

Cerita Dewasa Hot - Pembantuku Yang Hot

www.adaisinya.com

Cerita Dewasa Hot - Pembantuku Yang Hot - Hai aku Ryan (ga asli yach), aku kerja di perusahaan swasta semarang. Usiaku 37tahun dan belum menikah.aku suka berpetualang didunia lendir ( JAJAN ) hehehe...( ini adalah pengalaman saya pribadi lho )...

karena aku tinggal sendiri dan sibuk bekerja serta sering pulang malam maka aku memutuskan untuk mencari pembantu rumah agar rumahku selalu bersih dan nyaman....
maka dari pada itu aku pun pergi ke agen penyalur pembantu disemarang untuk memilih pembantu yang kurasa cocok dengan keperluan rumah ku..
sesampai disana aku dihadapkan pada sejumlah wanita yang dijejerkan oleh koordinator agen untuk dipilih...
( "wah dalam hati,kaya lagi milih wp nich pas jajan hihi" )
kemudian sambil melihat beberapa wanita dari yang dijejerkan dan....hmmmm...aku melihat salah satu gadis lumayan tinggi disana berwajah manis dan menggoda
( sesungguhnya mata gadis itu selalu melirik nakal kearahku kayak seakan akan ingin berkata duh pilih lha akuuuu...)
akhirnya kuputuskan dia menjadi pembantu rumahku...
http://www.adaisinya.com/2012/07/cerita-dewasa-hot-pembantuku-yang-hot.html
( oh ya lupa kasih tau ternyata...gadis itu sdh menjanda ditinggal suami saat umur 20 dan sekarang berumur 22th namanya aryuna, soalnya saya menanyakan sedikit latar belakang dia pas perjalanan dimobil dan di rumah hehehe )
Kisah ini berawal setelah 5 bulan setelah dia bekerja dirumah...
saat itu aku bermaksud mandi saat pulang kerja... dan yuna sedang mengepel lantai teras depan...uh tanpa sengaja saya melihat belahan dada nya...besar nian kurang lebih ukuran 36B...bulat dan kencang abis...putih lagi...

akhirnya aku mengurungkan niat untuk mandi ( maksudnya seh mau menikmati pemandangan itu ) kemudian aku duduk di sofa sambil nonton tv dan mataku mulai melirik lirik dada dan pantat nya yang semok abis...
( uh jadi konak...sang batang pun tanpa disadari mulai naik dan mengeras )

pikiran ngeres pun mulai merasuki jiwa biadab yang biasa kulakukan saat akan "JAJAN"....hehehe aku mulai sengaja menjatuh kan rokokku dekat yuna saat ngepel...dan dengan sengaja aku membungkuk dan mendekatkan kepala ku untuk hanya dapat mencium bau nya..( uuughhhh nikmat wangi yang menggoda...bau keringat yang membuat makin nafsu )...kostallnetwork
setelah ku ambil rokok ku,aku berjalan ke kamar mandi untuk mendinginkan kepala ku serta niat ku untuk ML dgn nya...kusiram kepala dan badan untuk mandi... ( oh iya kamar mandi hanya ditutupi kaca film hitam saja ) tak lama aku merasa aneh..seperti ada bayangan yang sedang mengintaiku...hmmm..ternyata yuna pembantuku sedang mengintip aku saat mandi waktu itu...hmmm ( asik kata hati ku...ayo lihat aku mandi..) sengaja aku mulai mengosokan batangku dengan sabun dan mulai onani...sambil sengaja mengeluarkan sedikit desahan agar di dengar yuna...dan arrrggghhh aku pun mencapai klimak...cairanku keluar...lalu aku mulai membersihkan batang dan tubuh ku...( tak lama aku mendengar suara langkah kaki menjauh )....
setelah selesai aku pun keluar dari kamar mandi dan melihat yuna memandangku dengan wajah merah sayu...malu...( ups ternyata aku hanya pakai handuk saja...kecil lagi handuknya ,hanya menutupi area privasiku aja )...pantas yach...hehehe..

lalu aku berjalan ke arah kamar ku dan berberbaring, kunyalakan AC dan kemudian aku memanggil yuna untuk datang kekamar guna membersihkan kamarku, diSaat itu aku sudah dikuasai nafsu untuk bersetubuh dengannya... tanpa sadar aku memandang gerak gerik nya saat membersihkan kamarku...dan memandangi dua bukit kembarnya, wow otomatis ‘si amin’ langsung bangkit dan aku terus memperhatikan pemandangan tersebut sampai akhirnya yuna menyadari bahwa aku sedang memandangi payudaranya serta gerak geriknya saat membersihkan kamarku... wajanya tersipu malu...memerah ( manis dan mengairahkan )
Itulah awal dari cerita ini. saat itu aku langsung meminta yuna untuk stop tidak melanjutkan pekerjaannya lalu memintanya memijit badanku diranjang...( oh ya aku hanya mengenakan handuk saja lho )..
berbaringlah aku diranjang..aku bilang paha ku ngilu..minta tolong diurut ( maksud hati sich laen hehehe)...kostallnetwork
mulai lha prosesi memijat..sampai di paha atas dekat dengan selangkanganku..yuna secara tak sengaja menyenggol "si amin "..dan bijiku..aku mulai melayang dan deg deg an tanpa sadar aku mengeluarkan sedikit desahan ugh...ugh......tak lama kemudian yuna berhenti memijatku dengan kedua tangan nya yakni HANYA SATU TANGAN SAJA...sebentar....... oh my god pada saat aku menoleh kebelakang yuna sedang memasukan tangan yang satunya kedalam baju yang dipakainya sehingga BH warna merah nya dan payudarnya terlihat...( kayanya dia mulai terangsang ) aku hanya belaga diam aj...lalu sekitar 1menit...

Kami saling berpandangan dan tanpa dapat berkata apa-apa satu sama lain.
Akhirnyaaku beranikan untuk menarik tangan nya serta mencoba untuk menyentuh payudaranya serta melepas bajunya..., ternyata yuna hanya diam dan memejamkan matanya ( menikmati sentuhanku kayanya ), akhirnya aku peluk dia ( ugh tercium lho bau tubuh dan keringat nya makin napsu dah)...
Kedua tanganku secara otomatis terarah ke payudaranya yang masih tertutup BH aku mencoba mengelusnya dan menjilat luarnya kemudian berusaha memasukkan tanganku ke dalam BHnya.... Ternyata sesuai dugaan saya, putingnya sudah mengeras dan memanjang dan aku pilin ( putar kaya tunning radio ), yuna mengeluarkan suara, “Ah.. ah.. ahh..” sehingga menimbulkan rangsangan yang hebat bagi " si amin " batangku....
aku masih terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuk dan lehernya. Adegan tersebut berlangsung selama kurang lebih 12 menit, kemudian yuna melepaskan BH nya dan mendekatkan dadanya kemuka ku..ditempelkannya diwajahku..sampai sesak rasanya ( namun nikmat )...( ditekan digoyang kiri kanan ) sambil mendesah "oughhh...ergh..."

handukku mulai dilepasnya..tangannya mulai mengelus batangku sehingga rasanya "si amin " berdenyut-denyut hebat...dan sangat terangsang hebat ( gimana ga terangsang amin di jepit pake kedua telapak tangan nya gichu lhooo diputar putar gituuu mana tuahaaaannnn makkk!!!)kostallnetwork
Kemudian setelah puas dengan elusannya, yuna berkata, “ ukuranmu gede banget ya..tuan...enak n hangat bgt dech” ( duh kurang aja!!berani dech ni pembantu,aku kan majikan nya...) namun bodo amat lah....lalu....
Dengan posisi jongkok,yuna mulai mengocok "si amin" dan kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya. ( blow job maannnn ) Perasaan ku makin berdebar-debar deg deg deg...dan desahan ku makin keras "erghhhh....ergh...uhhhhh" ( kulumannya yuna sangat liar dan merangsang)..."ughhh ga tahan boooo....".
yuna terus mengulum "si amin" disertai dengan meremas payudaranya sendiri.
Setelah kurang lebih 10 menit, aku angkat dia dan membaringkannya...
aku tidurkan dia di ranjang dan saya mulai menciumi dia di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah kami saling memasuki mulut masing-masing, aku hisap lidahnya.... Kemudian dari ciuman ciuman tersebut mulai aku turunkan lidahku ke arah leher dan payudara. puting yang tegak menghadap ke atas itu segera saya kulum,kulahap dan ku gigit halus, yuna semakin terangsang, terlihat dari gerakan-gerakan dia yang mulai tidak teratur dan napasnya yang tersengal-sengal.
kemudian tangan kanan ku pun mulai menuju ke bagian bawah membuka celana pendek yang ia pakai...lalu tampaklah celana dalam warna putih tipis tembus pandang dengan bentuk yang sangat kecil, secara bersamaan Tangan kiri ku masih sibuk memilin putingnya,lidahku masih menghisap pusarnya serta tangan kanan ku mulai bergerilya ke bagian dalam celana dalamnya.kostallnetwork
Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada bulu bulu halus yang sudah sangat basah, aku gosok-gosok terus bagian tersebut sambil saya pilin putingnya.
yuna pun mendesah..... “Ah.. shh.. shh.. enak tuan..! lebih cepat..tuuuaaan”
aku pun semakin cepat menggosokan tangan kanan ku di vaginanya.
waw kelihatannya yuna sudah hampir orgasme lalu aku segera meluncurkan mulut dan lidahku ke vaginanya ( sebelumnya celana dalamnya aku lepas donk )... Tampaklah bagian V yang sangat indah, bulu-bulu halus yang dipotong dengan rapih mengikuti jalur V-nya. aku segera menjilatii bagian tersebut dan lidahku menuju ke daerah klitorisnya, dan ku jilati dengan cepat.
yuna makin ga karuan. Menggelinjang ke sana kemari dan mengeluarkan suara-suara yang semakin keras....menjambak rambut ku...sambil berkata
“Lebih cepat tuan, lebih cepat..! Ah.. shh.. aku ga tahan lg....arrggh... udah mau keluar..!”
aku pun makin bersemangat menjilati klitorisnya sambil meremas remas payudaranya. tak lama kemudian keluarlah cairan kenikmatan dari lubang vaginanya yuna...wajah nya kelihatan sangat puas banget setelah orgasme...( asin asem rasanya lho )...
Setelah itu yuna duduk dan memintaku untuk tiduran di ranjang.....mulai mencumbu menjilati putingku....

mengulum putingku...aku mulai tak sadar hingga air liurnya membasahi putingku....ugghhh....aku sungguh terangsang...wangi keringatnya semakin membuatku bernafsu untuk menyetubuhinya...kostallnetwork
jilatan nya semakin lama semakin naik keleherku...digerakan lidahnya kekiri kekanan....naik turun memutari seluruh leherku..sambil tangan kanan nya mulai turun ke bawah digenggam batangku...dielus kepala batangku dan memulai mengkocoki batangku..." ughhh...ah..." aku pun mulai bersuara...mendesah nikmat...dan..."emmphh.." lidahnya bergerak kebibir ku dihisapnya halus...kemudian yuna semakin bernafsu memasukan lidahnya kedalam mulutku....lidahku disedotnya kuat-kuat...sembari tangan kirinya menjambak halus rambutku...aku dibuat tak berdaya menghadapi gempuran lidahnya...

aku pun tak mau kalah...kesentuh lubang vaginanya...kumasukan telunjuk ku kedalamnya...ternyata vagina yuna sudah sangat basah...licin berlendir...aku pun nekat memasukan 2 jari ku kedalam nya...sontak yuna mengerang "aaaaahhhh....uh....aahhhh "

aku bertanya padanya " sakit yuna ?", yuna hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil mendesah..."ssshhh...terus tuan teruusss...enak tuan...jangan lepaskan..."
lalu semakin kupercepat gerakan kedua jariku...keluar masuk...cairan lendir yuna mulai mengalir membasahi telapak tangan ku...dan "ugh" leherku dicupang oleh yuna sambil digigit halus...matanya semakin sayu dan aku pun mulai mendengar nafasnya semakin memburu...

tak lama yuna berkata " tuan masukan batangnya yachhh sssshhhh...yuna udah pengen bgt....uuuuhhhhh...enak tuan...masukin yach tuan..." pintanya...
kemudian yuna mulai merubah posisinya...sekarang ia sudah berjongkok diatas batangku yang sejak tadi dikocokinya...digenggam batangku dituntun kearah vaginanya...dan dimasukan kedalam vaginanya...ia mendesah hebat.."aaaahhhhh...ssssshhh.. .emmm..."

yuna mulai memompa dan mengerakan pinggulnya kedepan kebelakang....asmbil aku memegang dadanya yang seksi...aku menikmati goyangan nya....aku mulai merasakan cairan vagina nya mulai membasahi selangkangan ku....dan "ugghhhh..." batangku diulek oleh yuna memutar...yuna semakin mendesah " aaaaaah...aah..ahhh..." merem melek..kurang lebih hampir 20 menit dia diatasku....peluh keringatnya mulai membasahi dada ku....aku pun membangunkan badanku untuk memeluknya...dan menjilati leher dan rambutnya yang mulai sedikit basah oleh keringat...uh wangi...nikmat...aku semakin bernafsu menjilati lehernya...goyangan yuna pun semakin kencang dan wajah nya semakin merah padam..nafas nya mulai tersengal sengal tertahan dan..." arrrrgggghhhh tuan..yuna mau keluar....aaaaahhhh"...teriakn ya...kostallnetwork

...my god aku merasakan cairan hangat mengalir dan membasahi paha dan selangkanganku yuna sudah keluar....ia orgasme....dan aku pun tak mau membiarkan goyangan nya berhenti kugoyang pinggulku sedikit...kutekan pantatnya kedalam batangku..dan"shhhhh aaah " yuna mulai merasakan orgasme ke tiganya....ia memelukku dengan erat dan mulai menggigit bahuku..ohh aku dicupangnya....kemudian kepalanya langsung terkulai dibahuku...keringat nya membasahi tubuhku....sampai sepraiku pun basah.....

aku tak perduli aku semakin nafsu...kubalikan badan nya...kuangkat pantatnya...aku melihat cairan bening keluar dari vaginanya...dengan posisi tengkurup dan kepalanya terkulai di bantalku..aku mengarahkan batangku keliang vaginanya...dan jleeebb masuksudah batangku keliang yang sangat basah tersebut...Yuna hanya bisa mendesah...tak bersuara...maka mulai lha aku menggoyang pantatku maju mundur...kuputar putar ...semakin banyank cairan sisa orgasme yuna jatuh ke ranjangku...kudekatkan kepalaku ke mukanya sambil ku goyang aku mencumbunya dan kami mulai ber cipokan..." uh..uh..uh..emph..ah..ssssh terus tuan terusssss " kata yuna..tanpa ia sadari pantatnya mulai bergerak mengikuti irama goyangaan ku....

sambil dia mengoyangkan pantatnya maju mundur...aku sengaja mendiamkan pantatku untuk melihat goyangan nya....dan tangan ku mengarah ke laci kecil dekat ranjangku..kubuka...kuambil dildo pemberian temanku ( dildo yang kudapat dari teman sat ia jalan keluar negeri tadinya mau kuberikan ke mantan pacar ku ) lalu kuludahi lubang pantat yuna hingga basah sekali...dan yuna masih tak sadar ia masih terus bergoyang dan mendesah seakan akan ia sudah tak perduli apa yang ada disekitarnya....lalu aku pu mulai memasukan dildo tersebut kedalam lubang pantatnya..."aaaaaarrrrrrrgggg gghhhhhhhhhh" yuna berteriak kencang dan melengking kepalanya terangkat keatas ( aku dapat melihat peluh keringatnya mengucur di punggung nya yang seksi )...kemudian ...ia pun menoleh kebelakang dan matanya terbelalak...karena ia melihat batangku masih ada di dalam vaginanya dan batang dildo di dalam anusnya....( histerislha yuna ) "ampuuuun...tuaaannnn...sakit. ...uuuggghhhh... ...u gghhhh...aaaaahhhhh....sakiiit tt tuan ampun....."teriaknya.. aku tetap tak perduli...aku semakin cepat mengocokkan dildo tersebut dan mengoyangkan mempercepat gerakan pantatku....kostallnetwork
" aaaahhhhhh.....sakit..sakit... aaarrrggghhh..." lama kelamaan kurang lebih 10 menit teriakan yuna berubah menjadi "...arrgghh tuan...sakit tuan....terus tuan....terussss...ssssshhhhhh nikmat tuan ....makin dalam tuan..terussss...aaahhh"...
rupanya yuna mulai daoat merasakan kenikmatan dari kedua lubang nya dimasuki oleh 2 batang yang besar....tak terasa aku makin mempercepat goyangan ku...dan aku mulai mendekati orgasme ku...kostallnetwork

" arg...yuna aku mau keluar..." kataku...dan yuna sambil kepalanya menengadah ke langit langit kamar dengan tersengal sengal berkata" a..a.aakuu juga...tuuuannn..." arggghhh.....aargggghh...aaaaa hhhhhhhhhh" yuna mencapai orgasmenya kembali...."ughh.."
aku mulai tak tahan lagi dan...."aaarrggghhh" segera kucabut batang ku dari vaginanya..yang telah meleleh oleh cairan orgasmenya...serta kucabut juga dildo dari lubang anusnya...kukocok kocok batang ku dan kumasukan sedikit kepala batangku kedalam anusnya...dan....
"aaarrrrrrrrggghhhhhh...yu na aku keluar..........crroooooooottt t..." batangku menyemburkan cairan mani kedalam anusnya....rasanya sempit dan hangat...
kami pun terkulai diranjang........tertidur sebentar....dan mata sayu ku melihat...ranjangku dan lubang pantat yuna ada sedikit darah...tercampur oleh keringat , peluh kami serta cairan mani ku dan cairan yuna yang berceceran di sepraiku...
nikmat sekali...rasanya....aku bangkitkan sedikit badan ku..dan mencium kening nya...

ia mulai tersadar....matanya sayu...mimik mukanya sedikit meringis sakit...dipeluknya diriku dan aku berkata " enak yun?"pernah kaya gini?"
yuna hanya bisa mengelengkan badannya dan sedikit tersenyum...
maka kucium lembut bibirnya dan tersenyum sambil memandang nya..